Membaca Peluang Bisnis dalam Perjalanan Wisata Non-Mainstream

Advertisement

Membaca Peluang Bisnis dalam Perjalanan Wisata Non-Mainstream

“Banyak Jalan Menuju Roma” adalah pepatah yang selalu saya pakai setiap kali hendak backpacking. Meskipun belum sempat merencanakan perjalanan ke Roma, tapi pepatah tersebut memang ampuh. Bermodalkan empat kata saja, saya sudah bisa menguatkan tekad melancong ransel ke beberapa tempat.

Melihat dari asal mulanya, pepatah “Banyak Jalan Menuju Roma” memang digunakan untuk menunjukkan kegigihan bangsa Romawi. Pada masa jayanya, kota Roma merupakan pusat pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan.

Peradaban mereka yang selangkah lebih maju, mendorong kerajaan melaksanakan pembangunan besar-besaran. Perencanaan tata ruang pun mengambil peran penting. Ketika itu, kerajaan Romawi sengaja membangun sejumlah akses jalan untuk memudahkan mobilitas warganya. Selain mendukung aktivitas ekonomi, seluruh jalan tersebut juga terhubung langsung ke jantung kota Roma.

Berbekal filosofi tersebut, saya pun menerapkannya pada pilihan destinasi wisata di setiap rencana perjalanan. Selama tiga tahun pertama saya mulai melancong ransel, destinasi seperti Danau Toba, Desa Wae Rebo, hingga Kepulauan Derawan, sudah lebih dari sekali saya kunjungi.

Banyaknya petunjuk dan ulasan tentang ketiga objek wisata tersebut, sangat cocok bagi backpacker pemula seperti saya. Seiring waktu, saya mulai bosan dengan ulasan dan petunjuk yang, kadang-kadang, hiperbolis. Saya pun memutar otak, mengubah cara pencarian.

Pada tahun keempat saya sebagai penikmat backpacking, pencarian destinasi wisata sengaja saya lakukan secara lebih spesifik. Saya mulai mengabaikan ulasan-ulasan berlabel “wisata favorit” di Google. Yakinlah bahwa Anda hanya membuang waktu dan kesempatan, kalau selalu berwisata ke tempat favorit.

Mengejar Pengalaman yang Tidak Pasaran

Bermodalkan kegigihan ala Romawi, saya pun memutuskan melancong ke sejumlah destinasi, yang tidak pasaran (non-mainstream). Apabila Anda berniat menempuh langkah yang sama dengan saya, mulailah rencanakan dengan cara yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

Kalau hasil pencarian masih terasa pasaran, ada baiknya Anda menyimak daftar tempat wisata non-mainstream, berikut ini.

  1. Danau Kaco, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci

Warna air danau yang bening biruan, menyerupai kaca, menjadikan objek ini disebut Danau Kaco. Danau seluas 30×30 meter ini diapit panorama bukit dan pegunungan yang sangat memanjakan mata. Ketika bulan purnama muncul, Danau Kaco akan memantulkan cahaya yang mengagumkan. Akses jalan yang tersedia ke sini memang belum mulus. Hal ini tidak lepas dari jaraknya dari pusat kota Jambi, yang mencapai 10 jam perjalanan darat.

  1. Teluk Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus

Menyusuri perjalanan yang menantang, juga menjadi pengalaman menarik dari pelesiran ke Teluk Kiluan. Jalur terjal yang berkelok dan melintasi anak sungai, seolah terhapus saat Anda tiba di pintu gerbang Teluk Kiluan. Di pemukiman setempat, banyak warga yang siap mengantarkan Anda melihat dari dekat lumba-lumba yang masyhur itu.

  1. Taman Ujung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem

Taman Ujung merupakan peninggalan Kerajaan Karangasem, yang dibangun tahun 1921. Taman seluas 10 hektare, buatan I Gusti Bagus Jelantik ini, menawarkan panorama pantai dan gunung yang memesona. Dengan menempuh perjalanan darat sejauh 85 kilometer dari Denpasar, surga tersembunyi ini sangat cocok Anda nikmati bersama sahabat dan pasangan. Rasakanlah sensasi istana air layaknya para raja di masa lalu.

  1. Desa Adat Panglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli

Kalau Anda jenuh dengan Bali yang gegap gempita, melangkahlah ke Desa Adat Panglipuran. Diresmikan sebagai kawasan wisata sejak tahun 1993, Desa Adat Panglipuran terletak 45 kilometer dari Kota Denpasar. Hawa sejuk di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, akan semakin lengkap dengan keunikan arsitektur khas Bali. Sempatkanlah mempelajari falsafah Tri Hita Karana sambil mencicipi hidangan loloh cemcem.

  1. Linkoq Datu, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur

Objek wisata di Lombok Timur ini sedang naik daun setahun terakhir. Banyak anak muda dan wisatawan domestik yang memanfaatkan spot menarik untuk diunggah ke Instagram. Anda pun pasti tidak akan melewatkan kesempatan mengabadikan birunya Samudera Indonesia serta hamparan padang savana yang sangat memikat.

  1. Pantai Nambung, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat

Perjalanan ke Pantai Nambung, bisa Anda tempuh dalam waktu 2 jam perjalanan darat dari ibukota Mataram. Jaraknya yang sangat terjangkau, menjadikan objek wisata ini semakin muda dinikmati. Di sini Anda bisa merasakan nuansa air terjun di tepi pantai, yang bernama Air Terjun Tanjung Jagog. Air terjun ini terbentuk sebagai akibat hempasan ombak yang menerpa tebing karang. Hempasan setinggi 10 meter tersebut, kembali ke laut sehingga membentuk pola mirip air terjun.

Daya Pikat di Sekitar Destinasi Wisata

Kini, delapan tahun setelah hilir mudik ke bandara, pelabuhan, dan terminal, saya mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga. Beberapa perjalanan, memang saya habiskan sambil bekerja melakukan penelitian. Beberapa lainnya sengaja saya rencanakan. Terutama perjalalanan ke berbagai destinasi wisata non-mainstream.

Dari perjalanan sambil meneliti, yang saya lakukan 3 kali dalam setahun, saya menemukan inspirasi menarik. Karena penelitian yang saya lakukan adalah penelitian sosial budaya, saya mampu mendapatkan sejumlah data tentang pemetaan lokasi suatu tempat. Bukan hanya jumlah penduduk, tapi juga ketersediaan tanah yang bernilai ekonomis.

Sementara itu, hasil backpacking saya ke sejumlah destinasi non-mainstream, juga menghasilkan pengalaman yang serupa. Bedanya, di sejumlah lokasi yang saya jumpai, ketersediaan tanahnya sudah berbentuk bangunan. Secara tidak langsung, kenyataan ini menjadi kabar baik bagi iklim properti Indonesia.

Dengan semakin menggeliatnya iklim properti di Indonesia, maka kenyamanan akses dan akomodasi pariwisata pun turut berkembang. Pengelola tempat wisata akan menjadi mitra yang bersahabat bagi bisnis properti, demi mendukung kemajuan lanjutan dari keberadaan objek wisata di daerahnya.

Artinya, rencana liburan Anda pun akan lebih menyenangkan, dan semakin mempertegas pepatah “Banyak Jalan Menuju Roma” dalam perjalanan Anda.

Advertisement
Membaca Peluang Bisnis dalam Perjalanan Wisata Non-Mainstream | orderlagi | 4.5